Euphoria Perayaan Pekan Gawai Dayak ke-38 di Kota Pontianak

 

Pawai Karnaval Budaya. (Foto: Anggita Dwi Maharani)


Semarak warna merah, hitam dan kuning dari baju adat suku dayak mewarnai setiap sudut lokasi Pekan Gawai Dayak ke-38 dilaksanakan, padatnya kehadiran pengunjung menggambarkan semangat mereka dalam memeriahkan keberlangsungan perayaan pasca panen ini. Para muda mudi dengan rona muka gembira bahagia menampilkan senyuman terbaik saat upacara pembukaan. Diawali dengan pawai menampilkan mobil yang dihias menyerupai tubuh burung enggang sebagai maskot suku dayak juga dibalut dengan kain kebat yang memiliki makna simbolis di ukirannya. Peserta pawai ikut mengiringi berjalan dari arah Alun Alun Kapuas beramai menuju rumah utama mereka, Rumah Radank yang berlokasi di jalan Profesor Muhammad Yamin, Pontianak.

 


Tarian persembahan adat Dayak sebagai bentuk rasa syukur. (Foto: Anggita Dwi Maharani) 


Tibalah diacara utama, pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-38. Peserta yang telah bersiap dengan pakaian adat suku dayak dan riasan pendukungnya menyambut petinggi dengan hormat tanpa menurunkan derajat mereka. Dilanjutkan dengan pertunjukan tarian persembahan yang merepresentasikan bentuk syukur atas hasil panen padi dalam budaya suku Dayak. "Gawai ini memang sudah dilaksanakan dari orang-orang zaman dulu, sebagai perayaan rasa syukur atas panen padi setiap tahun" ucap Eka sebagai Koordinator Kesekretariatan. Pesona pekan kali ini tak berhenti menghibur baik pendatang maupun pemeriah acara. Antusias mereka tergambar jelas diwajahnya saat menyaksikan penampilan vokal yang menyanyikan lagu lagu Dayak. 



Warung kuliner Dayak. (Foto: Anggita Dwi Maharani)

Kuliner yang tersedia disini juga menjadi daya tarik, meski ada sebagian makanan yang disajikan tidak bisa dikonsumsi masyarakat tertentu seperti olahan makanan dari tupai, babi, ular, hingga anjing. Namun tak sulit juga menemukan jajanan kaki lima yang umum seperti sosis goreng, pentol bakar, telur gulung dan sebagainya. Dari acara ini juga memberi dampak positif pada UMKM lokal khususnya pengrajin ornamen Dayak, banyak ditemukan mereka memamerkan keunikan kerajinannya di sepanjang lorong Rumah Radank membuat suasana adat Dayak semakin kental disini.

Pekan Gawai Dayak kali ini akan berlanjut hingga tanggal 25 Mei 2024, yang akan dimeriahkan dengan berbagai lomba menarik seperti lomba silat, lomba tatto, lomba gasing, lomba melukis, lomba busana anak, lomba sumpit, lomba tari, hingga lomba masakan tradisional khas Dayak. Pekan Gawai Dayak ke-38 akan ditutup dengan acara penutupan di Rumah Radank pada tanggal 25 Mei 2024  mendatang.


Penulis : Anggita Dwi Maharani

Komentar